Sabtu, 30 Januari 2010

KPK Tetapkan BC Sebagai Tersangka Kasus Sapi

The best course of action to take sometimes isn't clear until you've listed and considered your alternatives. The following paragraphs should help clue you in to what the experts think is significant.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka dalam kasus korupsi pengadaan sapi potong. Pria tersebut berinisial BC.

"Iya benar sudah tersangka sejak pertengahan Januari lalu," ujar sumber detikcom di internal KPK saat ditanya apakah tersangka tersebut berinisial BC, Minggu(30/1/2010).

Proyek pengadaan sapi potong di Depsos merupakan bagian dari Program Bantuan Sosial fakir miskin yang diselenggarakan pada 2004. Proyek pengadaan sapi itu menggunakan APBN 2004 pada saat menteri sosial dijabat Bachtiar Chamsyah.

The more authentic information about news you know, the more likely people are to consider you a news expert. Read on for even more news facts that you can share.

Belakangan diketahui  proyek itu melakukan mekanisme penunjukkan langsung tanpa tender, dengan hanya  berdasarkan pada surat dari Pemimpin Bagian Proyek Bansos Fakir Miskin (Dir Bangsos Fakir Miskin No: 48 D/BP-BSFM/IX/2004 tgl 9 September 2004). Kasus tersebut sudah mulai diselidiki sejak September 2007 di KPK. Namun, baru ditingkatkan ke penyidikan oleh KPK pada akhir Desember lalu.

Saat mendatangi KPK Kamis (21/1) pekan lalu Bachtiar mengaku tidak gentar menghadapi penyidikan di KPK tentang kasus dugaan korupsi pengadaan sapi fiktif di Departemen Sosial (Depsos). Ia siap bertanggung jawab jika dinyatakan bersalah.

"Saya siap kalau memang saya salah, saya siap bertanggung jawab," katanya usai melaporkan kekayaannya.

Juru bicara KPK Johan Budi saat dikonfirmasi soal penetapan Bachtiar sebagai tersangka mengaku belum tahu. "Saya harus check dulu apakah informasi itu benar," pungkasnya.

Those who only know one or two facts about news can be confused by misleading information. The best way to help those who are misled is to gently correct them with the truths you're learning here.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar