Jumat, 29 Januari 2010

Pansus Century Sayangkan KPK Absen di Rapat Konsultasi

The following article presents the very latest information on news. If you have a particular interest in news, then this informative article is required reading.
Pansus DPR tidak mempermasalahkan tidak hadirnya pimpinan MA dalam rapat konsultasi yang mereka gelar. Sebaliknya, ketidakhadiran pimpinan KPK sangat disayangkan sebab justru lembaga antikorupsi itulah yang paling berkepentingan.

"Cuma KPK yang tidak datang, padahal penting. Malah mereka yang sebenarnya bersurat untuk minta data-data pansus," ujar Ketua Pansus Century, Indrus Marham, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (29/1/2010).

Sengaja pimpinan KPK diundang untuk hadir, sebab proses hukum terhadap dugaan adanya tindak penyelewengan dalam proses bailout menjadi porsi KPK. Ini terkait dengan kesimpulan BPK bahwa dana LPS yang digunakan untuk menyelamatkan Bank Century adalah uang negara.

How can you put a limit on learning more? The next section may contain that one little bit of wisdom that changes everything.

"Kita mau mendorong KPK untuk tetap melanjutkan proses itu, tidak perlu DPR yang mengungkap," sambung Idrus.

Sedangkan untuk tidak hadirnya pimpinan MA yang juga diundang hadir, politisi Partai Golkar tersebut tidak perlu dipermasalahkan. Sebab pada kenyataannya sepanjang konsultasi berlangsung, tidak ada masalah yang memerlukan pendapat hukum.

"Saya kira tidak ada pengaruhnya MA tidak hadir, kan hanya konsultasi dan ternyata tadi juga tidak ada pendapat hukum," ujar dia.

Menurutnya, solusi atas masalah hukum telah diberikan oleh BPK, ada mekanisme yang bisa Pansus Century tempuh guna mendapatkan data-data hasil audit investigasi lanjutan bailout Bank Century. Yakni pasal 19 UU 6/1954 tentang Hak Angket DPR.

"Sudah clear, nggak ada masalah. Senin kita akan rapat pimpinan untuk membuat surat ke BPK agar serahkan data yang diminta," tandasnya.

Don't limit yourself by refusing to learn the details about news. The more you know, the easier it will be to focus on what's important.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar